Photoshop CS Portable dah ada lho…!!!

17 12 2007

photoshop
Hi Channells,
Buat kalian yang ngidam berat ama yang namanya Portable alias gak nginstal alias langsung klik klik ?? nih Adobe Photoshop CS Portable.., mungkin buat yang dah pake, ni software ga baru baru amat..tapi EGP dah, yang penting buat Channells yang lom ngerti isa ikutan cobain pake ni software, pokok e sipp deh.. u ga perlu nginstall lagi. simpen aja di F disk.. trus jalanin deh dimana pun.. mungkin pas di warnet ato pas di kompi skulmu ato juga pas di kompi temen u .. jalanin aja.. edit apa kek.. cocok nih buat design mania begitu dapat inspirasi langsung deh belok ke warnet dolo.. design bentar trus Upload de ke Website … Tul ga??.. Oke de Salam Channells Ya… Ciayoooooooooooooo!!!

Donlot disini ya !!

My Admin





Ternyata Air Laut Juga Berguna Lho..!!!!

17 12 2007

Istilah Blue Energy tiba-tiba marak dalam minggu-minggu ini karena berita di koran yang cukup bombastis dengan mengatakan bahwa Blue Energy Versi Indonesia ini berbahan dasar air laut. Bahkan bahan bakar ini juga hanya dengan menggunakan mesin diesel, tanpa modifikasi lagi. Silahkan baca websitenya Pak Presiden SBY

Blue Energy atau Minyak Indonesia Bersatu adalah bahan bakar sintetik yang dibuat dari substitusi molekul Hidrogen dan Karbon tak jenuh. Proses pembuatannya sama dengan minyak fosil, namun dengan kadar emisi yang jauh lebih rendah.

Yang ternyata lebih menghebohkan adalah kutipan dari Jawapos sini

Berbahan Dasar Air, Dipamerkan dalam Konferensi PBB
NGANJUK- Tak banyak yang tahu, penemu bahan bakar blue energy yang sedang dikampanyekan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) ternyata berasal dari Nganjuk. Dia adalah Joko Suprapto, warga Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso.

Wah mentang mentang warna biru itu warna laut terus dibilang bahwa yang dimaksud blue energy itu berbahan dasar air laut … Blaik !!!
Akhirnya istilah blue energy ini mungkin sudah menjadi sebuah kelirumologi di Indonesia ketika bersamaan dengan konferensi UNCCC di Bali tentang Global Warnming . Yang jelas mesti ada teori yang berbau keilmuan dibelakang semua ini, dan ada sesuatu ang dapat dipakai sebagai dongengan, kan ?

Apaan sih Blue energy

Tidak ada satu kalimat yang tepat yang saya temukan untuk mendefinisikan Blue Energy. Istilah Blue energy hanyalah istilah yang sering dipakai untuk menamakan sumber-sumber penghasil energi yang ramah lingkungan. Biru sering dianggap sebagai manifestasi langit biru ataupun laut biru yang jernih dan bebas polusi. Ada juga yang mengistilahkan sebagai green energy, karena dianggap energi yang ramah lingkungan.

Sumber energi yang disebut-sebut sebagai Blue Energy seringkali bersumber dari sumber energi terbarukan termasuk sumber-sumber energi non-fosil, atau lebih tepatnya non carbon based energy, artinya bahan dasarnya bukan berupa rantai karbon. Misalnya Energi Air Laut, Energi Geothermal, Energi angin, Energi Surya, dan lain-lain.

Namun sepanjang perjalanan sejarah, energi karbon masih merupakan energi termudah untuk diolah dan didapatkan, ditransport juga dimanfaatkan. Termasuk didalamnya adalah BioEnergi. Bio Energi sendiri masih merupakan Carbon Based, atau masih berupa rangkaian karbon. Sumber Bioenergi ini bisa bersumber dari BioGas, Bio ethanol, minyak jarak, minyak goreng (CPO-Crune Palm Oil) yang diubah menjadi BioDiesel dll.

Energi berbahan dasar Karbon (Carbon Based Energy)

Awalnya pembakaran karbon sebagai sumber tenaga ini dimulai dari pemanfaatan batubara atau batu arang yang tentusaja masih merupakan rangkaian karbon (C). Namun dalam proses pemanfaatan atau konversi energinya, arang batu ini dibakar begitu saja dipakai untuk memanaskan air. Pemanasan air ini yang merubah energi panas menjadi energi tekanan dan menyebabkan pergerakan piston. Dan itulah awalnya mesin uap oleh James Watt. Yang akhirnya tenaga piston uap juga dapat menghasilkan listrik seperti PLTUap (berbahan bakar batubara) .

Minyak bumi sebagai bahan bakar masa kini.

disc-prod-2006.jpg

Bahan bakar karbon itu termasuk bahan bakar fosil (minyak, gas dan batubara) dan juga sebenarnya Bioethanol dan Biogas-pun termasuk Carbon Based Energy, maksudnya merupakan energi yang bersumber dari pembakaran rantai H-C (Hydrogen dan Carbon). Dalam pemanfaatan Carbon Based Energy ini diperlukan mesin bakar (combustible) dalam menghasilkan energi yang akan dipakai. Carbon based energy ini mulai marak ketika diketemukan minyak dengan pemboran pada akhir 1800-an. Di Indonesia pencarian minyaknya juga sudah sangat lama, bahkan sumur Talaga Said (Sumatra Utara) termasuk pengeboran kedua di dunia. dibor tahun 1885.

4-Stroke-Engine.gifPemanfaatan minyak bumi sendiri akhirnya meningkat tajam sejak tahun 1950-an (pasca PD II) karena juga didukung oleh penemuan mesin bakar yang akhirnya locking (terkunci) antara mesin motor bakar dengan bahan bakarnya. Penguncian mesin dengan bahan bakar inilah yang menyebabkan kebutuhan batubara merosot tajam dalam penggunaannya. Jadi merosotnya penggunaan batubara ini bukan akibat batubara yang berkurang cadangan maupun produksinya.

Dengan meningkatnya teknologi serta peningkatan taraf hidup manusia, kebutuhan energipun meningkat. Kebutuhan minyak bumi tentusaja meningkat sesuai dengan tingkat hidup. Semakin meningkatnya kebutuhan minyak bumi ini menyebabkan harga minyak terus menanjak. Disatu sisi akhirnya justru menuntut manusia untuk meikirkan bahan-bakar lain supaya tidak perlu mengganti mesin tetapi membuat minyak buatan (synfuel).

Synfuel (Synthetic Fuel) – Bahan Bakar Buatan

synoil_1.jpgSynfuel adalah singkatan dari Synthethic Fuel (bahan bakar sintetis) merupakan sebuah bahan bakar yang masih memanfaatkan rangkaian HC (Hidrokarbon) sebagai dasarnya. Synfuel ini masih menggunakan teknik subsitusi, artinya mengganti minyak alami dengan minyak buatan. ya buatan … prosesnya dengan dasar proses kimia sederhana yang sebenarnya sudah berusaia lebih dari ratusan tahun ) .

Ada beberapa macam cara untuk memperoleh rangkaian Hidrokarbon ini. Masing-masing dikembangkan berdasarkan proses kimiawi yang berbeda. Di alam bebas, proses ini terjadi secara alamiah dengan memanfaatkan energi panas (dari bumi) dan mereaksikan unsur-unsur yang juga sudah ada secara alami. Namun proses ini sangat khusus, sehingga tidak disembarang tempat akan dijumpai minyak dan gas bumi.

1. Synfuel dari Coal Gasification:

  • Gasification 2C + ½O2 + H2O → 2CO + H2
  • Water gas shift CO + H2O → H2 + CO2
  • F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
  • Net reaction 2C + H2O+ ½O2 → CH2 + CO2

Proses ini memerlukan 2C dan setengah O2 dan menghasilkan satu CO2 untuk setiap CH2 yang diproduksi. Artinya menggantikan minyak dengan bahan bakar sintetik dari batubara (coal synfuel) akan melipatgandakan hingga 3 kali lipat penggunaan batubara dan menghasilkan duakali lipat CO2.

(F-T atau Fischer- Tropsch reaction adalah reaksi (2n+1)H2 + nCO → CnH(2n+2) + nH2O

2. Synfuel dari Coal Gasification + H2 dari pemisahan air:

  • Gasification C + 1/4O2 + 1/2H2O → CO + 1/2H2
  • Water-splitting 3/2H2O + Energy → 3/2H2 + 3/4O2
  • F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
  • Net reaction C + H2O + Energy → CH2 + 1/2O2

Dengan penambahan hydrogen (H2) dalam proses ini telah meningkatkan proses pembuatan synfuel dari batubara. Kebutuhan karbon menjadi berkurang setengah dari sebelumnya. dan TIDAK ada CO2 yang ikut terproduksi !

Tentunya hal ini akan sangat-sangat menarik karena akan dinilai ramah lingkungan ( environment friendly).

Pertanyaan selanjutnya adalah “darimana memperoleh Hidrogen ?” Salah satunya adalah dengan proses elektrolisa. Ya dengan memanfaatkan teknologi nuklir atau melalui PLTN.

nuklir-h2.jpg ( “whaddduh, hati-hati Pakdhe nanti dianggap menyalahi hukum Islam kalau bilang PLTN ( , soale sudah difatwa haram looh pakdhe”
D “Hust ini bukan soal agama, ini sekedar ilmu untuk bermimpi P

nuklir-h2-efisiensi.jpgUntuk memperoleh Hidrogen ini ternyata ada bebrapa cara yang efisiensinya berbeda untuk berbagai cara pemanasan dengan cara elekstrolisa. Bisa dilihat perbedaanya seperti di sebelah ini. Sebagai catatan saja, produksi H2 saat ini yang sudah dapat diimplementasikan dengan elektrolisa temperatur rendah.
Jadi dengan demikian hanya dengan penambahan H2 dari proses water splitting sudah akan mengurangi kadar CO2 yang dihasilkan. Saat ini Amrik sudah mampu memproduksi 11 Juta ton H2 pertahun tetapi melalui proses penguapan dan pengalihan bentuk (reformation) dari metana (CH4). Dimana tentusaja proses ini masih tergantung energi fosil dan masih menghasilkan CO2 sebesar 100 juta ton pertahun. Masih belum benar-benar biru, ya ?

Menurut Schultz, dkk (baca referensi dibawah), sebuah pembangkit berkapasitas 1100MW mampu memproduksi 360 ton H2/hari dengan efisiensi sebesar 24% efficiency. Dengan demikian masih diperlukan ribuan PLTN untuk mensupport pembuatan serta transportasi pembuatan synfuel. Seandainya terdapat efisiensi perolehan H2 hingga 50% tentunya kebutuhan powerplant menjadi setengahnya.

3. Synfuel dari penangkapan CO2 (CO2 Capture) + H2 dari pemisahan air (Water-splitting):

  • Reverse Water Gas Shift CO2 + H2 → CO + H2O
  • F-T reaction CO + 2H2 → CH2 + H2O
  • Water-splitting 3H2O + Energy → 3H2 + 3/2O2
  • Net reaction CO2 + H2O + Energy → CH2 + 3/2O2

Tidak ada batubara yang diperlukan sebagai sumber Carbon. membutuhkan CO2 untuk memproduksi satu bagian CH2. Dan ketika CH2 dibakar maka emisi CO2 menjadi nol karena prosesnya menggambil CO2.

CO2 dari mana ?

Bagaimana kalau sekarang CO2nya juga diambil dari udara. Loooh hiya bisa saja, kan ?. Memang benar ada sebuah metode penangkapan CO2 dari udara, alatnya juga sudah ada CO2 capturing. Salah satunya dengan memanfaatkan karbon yang dilepaskan oleh cerobong gas disebut Flue Gas.

co2caputer.jpgPowerplant (pembangkit) berbahan bakar batubara sebesar 1000MW menghasilkan 5.5 juta tons of CO2/tahun atau kira kira (14,500 tons/hari). Di amerika saja kira-kira 53% (0.38TWh) dari total pembangkit listriknya menggunakan batubara dan menghasilkan 2 billion tons of CO2/tahun ini sama saja total CO2 yang dibutuhkan untuk transportasi dalam setahun !! Jadi dengan recycle “flue gas” atau cerobong gas sudah mampu memotong 50% emisi karbon.

nangkap_co2.jpgpenangkap_co2.jpgDapat juga dipakai dengan CO2 yang ditangkap dari udara. Ya menangkap dari udara bebas. Bahkan saat ini sudah diproduksi walaupun masih untuk penelitian yaitu penangkapan CO2 dari udara seperti disebelah ini.

Jadi secara menyeluruh kalau saja proses ini semua sudah menjadi proses yang dapat dilakukan dalam sebuah pabrik minyak sinthetic akan terjadi proses daur ulang karbon yang benar-benar biru !

Nah sekarang kita tahu ada beberapa tahapan dalam menghasilkan synfuel atau BBS (bahan bakar sintetis). Pembuatannyapun berbeda-beda, masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan. Termasuk kelebihan menghasilkan CO2 ) .

Kalau saja proses itu semua disebandingkan maka akan diketahui seberapa besar karbon yang dihasilkan. Lihat dibawah ini :

emisi-karbon-transportasi.jpg

Secara lengkap kalau keseluruhan proses ini digabungkan maka akan diperoleh sumber bahan-bakar yang mungkin akan benar-benar biru (BBB). Maksudnya mimpi manusia untuk mendapatkan bahan bakar yang benar-benar biru dalam artian akan ramah lingkungan, rendah atau bahkan tanpa emisi karbon.

synfuel-energi-biru.jpg

Tapi sekali lagi, proses inipun masih menyisakan pertanyaan. Proses ini adalah proses endoterm, yaitu proses (reaksi kimia) yang membutuhkan energi. Nah dari mana energi ini ? Kan ini reaksi kimia biasa, masih tidak mungkin menyalahi hukum fisika. Ini dongengan selanjutnya saja ya P .

Blue Energy versi SBY !

( “Mas, jadi yang mana yang dibuat Pak SBY, dhe ?”
D “Hust, Pak SBY ngga buat, beliau hanya mensupport sebuah usaha untuk mengurangi emisi Carbon. Dan juga beliau sangat menhargai penelitian tentang bahan-bakar sintetis ini”

sby.jpgMenurut bocoran dari dalam kubu SBY, bahwa yang sudah dilakukan Indonesia adalah tahap dimana membuat synfuel ini dengan gasifikasi. Mungkin proses antara yang pertama dan kedua diatas. Dimana Hydrogennya diperoleh dari “pemecahan air” (water splitting). Untuk 2000 liter air perlu ditambah kira2 3-8 kg carbon (tergantung air yang dipakai) untuk menghasilkan 1600 liter BBM. Karena air ini sebagai komponen mayoritas maka beberapa orang salah kaprah bilang BBM dari air. Kalau air formasi (air dari separator proses pemisahan minyak dan air di sumur minyak) yang dipakai, carbon yg ditambah lebih sedikit karena air formasi banyak mengandung karbon bebas. Kelompok ini juga sudah mencoba coba air formasi dari 2 lapangan di Sumatra dan 1 Lapangan di Jawa Timur.

( ” eh, Pakdhe katanya ‘refinery‘ yang 5400 Bbl/hari sudah 95 % selesai, ya?. Wah bagus juga pak SBY”.
D “Whallah koe iki mau ikutan tebar pesona !”

Yang mesti harus difikirkan adalah bagaimana emisi yg terbuang ketika memperoleh semua bahan-bahan ini termasuk ketika menghasilkan H2-nya dan juga pemanfaatannya (motor bakar). Karena walaupun pembakaran dalam mesin mobil dianggap lebih bersih, masih harus didihitungkan pula emisi yang terbuang ketika memproduksi synfuel ini.

Apapun yang telah dilakukan dengan Blue Energy ini di Indonesia (Minyak Indonesia Bersatu), tentusaja usaha ini harus diapresiasi. Karena sudah menunjukkan langkah kongkrit dalam mengatasi dan ikut serta berkiprah dalam pengembangan teknologi pembuatan minyak sintetis.

Referensi

  • K. Schultz, L. Bogart, G. Besenbruch, L. Brown, R. Buckingham, M. Campbell, B. Russ, and B. Wong, “HYDROGEN AND SYNTHETIC HYDROCARBON FUELS – A NATURAL SYNERGY*
  • Wikipedia (gambar mesin 4-tak)




MEMBOBOL PASSWORD EXCEL

16 12 2007


Manfaatkan software pencari password untuk membuka dokumen yang terkunci.
Lindungi dokumen Excel Anda dengan mengeset password untuk membukanya.
Tapi, bagaimana jika Anda sendiri lupa password yang sudah Anda buat?
Dengan bantuan software Excel Password, perkara ini bisa diatasi.
Pada versi demonya, software ini hanya mampu membobol password maksimal 3 digit kode. OKKY

LANGKAH 1
Buka situs www.lastbit.com.
Klik opsi [Excel Password] yang ada di bawah list “Password recovery”.

LANGKAH 2
Klik opsi [Download] di sebelah kanan halaman.
Pada situs ini, Anda hanya bisa men-download versi demonya, yang berkapasitas 632 KB.
Simpan file berformat ZIP tersebut ke dalam hard disk.

LANGKAH 3
Bongkar file excelpswdemo.zip yang baru saja Anda download. Klik-dobel file Setup.exe untuk memulai pemasangan. Pada boks dialog yang muncul, klik tombol [Yes], dan lanjutkan proses penginstalan hingga selesai.

LANGKAH 4
Bukalah dokumen Excel yang belum terproteksi password. Simpan kembali dokumen tersebut dengan mengeklik menu [File] [Save As…]. Pada jendela Save As, klik menu [Tools] [General Options…].

LANGKAH 5
Karena versi demo Excel Password berkemampuan terbatas, sebaiknya masukkan password maksimal 3 digit. Pada jendela Save Options, Ketik password untuk membuka dokumen tersebut pada kotak “Password to open:”.
Klik [OK]. Masukkan password sekali lagi, lalu klik [OK].

LANGKAH 6
Untuk menjajal keampuhan software ini, jalankan Excel Password melalui menu [Start] [All Programs] [PasswordTools] [Excel Password].

LANGKAH 7
Lanjutkan dengan mengeklik tombol [Open] bersimbol anak kunci.

LANGKAH 8
Sorot file Excel yang barusan Anda lengkapi dengan password. Klik [Open], lalu klik tombol [Continue] pada jendela yang muncul.

LANGKAH 9
Saat muncul jendela Select recovery mode, klik opsi [Automatic] [Next >>].

LANGKAH 10
Tunggu beberapa waktu hingga Excel Password mendeteksi password pada dokumen tersebut.

LANGKAH 11
Lihat, Excel Password memberitahukan password dokumen itu. Klik tombol [Yes] untuk langsung membuka dokumen.





Awas Kejatuhan Meteor

16 12 2007

Pernah dengar meteor kan ? Iya yang dituduh sebagai penyebab kiamat kecil di bumi dengan membuat Dinosaurus dan kerabatnya punah. Sebenernya benda langit ini sudah beberapa kali menumbuk Indonesia. Bahkan Jawa ! Di dekat Jogja lagi … 

Kali ini kawan saya Pak Ma’rufin, bercerita bagaimana mengetahui atau melihat meteorit yang jatuh di Jawa 6 tahun lalu ! Setelah ditemukan pecahannya ukuranya hanya sekepal ! Tapi menurut beliau kekuatan waktu pas awal jatuhnya ketika masuk atmosfer setara dengan 0,11 kiloton TNT BUM !

ANALISIS PENDAHULUAN ORBIT METEORIT YANG JATUH DI DESA WONOTIRTO 11 MEI 2001
Muh. Ma’rufin Sudibyo
Astronom amatir, anggota Dewan Pakar Jogja Astro Club (JAC), klub astronomi Yogyakarta.

Enam tahun lalu, tepatnya pada tanggal 11 Mei 2001 pagi hari, penduduk Desa Wonotirto yang terletak di lereng Gunung Sumbing dan secara administratif masuk wilayah Kecamatan Bulu, Temanggung (Jawa Tengah) mendadak dikejutkan dengan terdengarnya dentuman keras disertai jatuhnya meteor pada tiga titik.

Untungnya ketiga titik tersebut berada di luar lingkungan pemukiman penduduk, dua diantaranya berada di ladang tembakau dan satu lagi di jalan desa, sekitar 1 km dari rumah penduduk terdekat. Meteor pertama jatuh pukul 08:30 WIB sementara meteor terakhir menyusul setengah jam kemudian di titik tumbuk jalan desa.

meteor1.jpgHanya tersisa dua buah meteorit, masing–masing dari salah satu titik tumbuk di ladang tembakau (seukuran kepala bayi) dan di jalan desa (seukuran kepalan tangan orang dewasa) (Bernas, 13/05/2001). Peristiwa ini adalah yang pertama di Jawa Tengah dalam kurun waktu 17 tahun terakhir pasca jatuhnya meteor di Desa Jumapolo, Karanganyar, pada 1984. Pemerintah Kabupaten Temanggung kemudian mendirikan Monumen Meteorit Wonotirto di dekat lokasi titik tumbuk jalan desa, yang diresmikan pada 18 Februari 2002. Museum Rekor Indonesia menempatkan monumen ini sebagai satu–satunya monumen peringatan jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara (Suara Merdeka, 20/02/2002). Monumen ini terletak di tepi jalan menuju puncak Gunung Sumbing.


METEORIT

Menurut American Meteor Society (2001) hanya fireball dengan magnitude lebih besar dari –8 hingga –10 saja yang berpotensi menghasilkan meteorit, itu pun dengan syarat : meteoroidnya berasal dari pecahan asteroid dan memiliki Vinf (kecepatan meteoroid tepat sebelum memasuki atmosfer Bumi) rendah. Peluang menghasilkan meteorit menjadi lebih besar untuk fireball yang masih membangkitkan cahaya meski ketinggiannya sudah menembus batas 20 km. Bila massa meteorit adalah kecil (di bawah 7 ton), ia akan kehilangan seluruh kecepatannya awalnya begitu memasuki lapisan troposfer sebelum tarikan gravitasi Bumi kemudian mempercepatnya kembali seraya dikontrol oleh gaya gesek atmosfer. Meteorit ini kemudian menumbuk Bumi pada kecepatan 90–180 m/detik.

Analisa Laboratorium Geologi Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta terhadap sisa meteorit dari titik tumbuk jalan desa menunjukkan meteorit Wonotirto tergolong jenis achondrite dengan komposisi : SiO2 49,34 %, Fe2O3 19,56 %, Al2O3 12,83 %, CaO 11,90 %, MgO 6,30 %, TiO2 0,82 %, H2O 0,3 %, Na2O 0,14 %, K2O 0,04 % dan P2O5 0,01 % serta kandungan logam Ti 4.900 ppm, Sr 52 ppm, Ni 16 ppm dan Au 6 ppb. Meteorit achondrite merupakan meteorit batu (aerolit) basalt–silikat dengan densitas 3–4 gram/cm3, berasal dari lapisan terluar (kerak) asteroid besar yang telah terdiferensiasi kimiawi seperti halnya planet–planet terestrial.

ORBIT

Meteoroid dari pecahan asteroid memiliki rentang Vinf 11–20 km/detik. Namun pada umumnya meteoroid ini masuk ke Bumi pada Vinf 16 km/detik. Sementara ketinggian awalnya, berdasarkan penuturan penduduk setempat dan diperkuat morfologi bentuk titik tumbukan di batuan kompak jalan desa yang tidak mengarah ke azimuth tertentu (gambar 1), menunjukkan meteoroid datang dari sekitar zenith sehingga = 90o.

Pada kondisi tersebut orbit meteoroid tidak dipengaruhi oleh nilai azimuthnya dan juga tidak mengalami fenomena atraksi zenith. Yang dianalisis di sini hanyalah meteorit ketiga. Posisi titik tumbuk tidak diketahui, dengan pasti, namun karena Desa Wonotirto berada pada ketinggian 1.200 m dpl di lereng Gunung Sumbing, maka posisi titik tumbukan diestimasikan berdasar koordinat Gunung Sumbing versi Wikipedia, yakni 7o 23’ LS 110o 04’ BT. Untuk Vinf dipilih dalam rentang 12–30 km/detik. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Tabel 1 : Elemen orbit meteoroid Wonotirto yang jatuh pukul 09:00 WIB

meteor2.jpg

Keterangan :

Vinf : kecepatan meteoroid tepat sebelum memasuki atmosfer Bumi, Vgeo : kecepatan meteoroid secara geosentrik, RA : Ascensio Recta, Dec : deklinasi, q : jarak perihelion, Q : jarak aphelion, e : eksentriitas orbit, i : kemiringan orbit terhadap ekliptika, w : argumen perihelion meteoroid, W : titik potong menaik antara orbit meteoroid dengan ekliptika, P : periode sideris meteoroid, Tp : waktu perihelion.

Nampak parameter q, Q, e dan Tp sangat bergantung kepada nilai Vinf. Namun dari Tabel 1 bisa disimpulkan jarak aphelion meteoroid Wonotirto tidak melebihi 1,3 AU. Ini adalah ciri khas meteoroid yang jatuh ke Bumi, yang sebelumnya merupakan anggota kelompok Asteroid Dekat Bumi (Near Earth) yang memiliki ciri khas : Q < 1,3 AU, rasio Q/q rata–rata 1,8 dan eksentrisitas rata–rata 0,286. Eksentrisitas orbit Asteroid Dekat Bumi tidak berharga demikian besar hingga » 1 karena eksentrisitas sebesar itu menjadi ciri khas orbit komet–komet berperiode sangat panjang dan dicurigai asteroid– asteroid dengan eksentrisitas besar sebenarnya merupakan komet yang berevolusi menjadi asteroid (Weismann, 2001). Dengan demikian Vinf > 20 km/detik bisa dikesampingkan. Jika nilai rata–rata eksentrisitas orbit Asteroid Dekat Bumi diterapkan pada meteoroid Wonotirto, maka diperoleh salah satu nilai Vinf yang mungkin yakni 12 km/detik.

Dengan menganggap mvis minimum –8, pada Vinf 12 km/detik meteoroid bermassa 6,64 ton, energi awal 0,11 kiloton TNT dan diameter 150–160 cm. Meteoroid berdiameter 160 cm terfragmentasi dan mencapai intensitas cahaya maksimumnya
pada ketinggian 21,5 km. Sementara meteoroid berdiameter 150 cm, terbelah di ketinggian 21 km namun baru mencapai intensitas cahaya maksimumnya pada ketinggian 19 km. Bila Vinf 16 km/detik, massanya adalah 2,1 ton dengan energi awal
0,07 kiloton TNT dan diameter 100–110 cm. Meteoroid ini sudah terbelah di ketinggian 25 km namun baru mencapai intensitas cahaya maksimumnya pada ketinggian 23 km.

Baik pada Vinf 12 km/detik maupun 16 km/detik, nilai diameter kritisnya adalah sama, yakni 38–50 cm. Disini bisa digarisbawahi bahwa semua diameter meteoroid tersebut di atas melebihi nilai diameter kritisnya, sehingga semua meteoroid di atas pun memiliki peluang untuk memproduksi meteorit. Makin kecil nilai Vinf, makin besar massa dan
diameter meteoroidnya sehingga konsekuensinya ketinggian pembelahan dan intensitas maksimum pun kian mengecil. Peluang produksi meteorit terbesar dimiliki oleh meteoroid dengan Vinf 12 km/detik dan diameter 150 cm (densitas 4 gram/cm3), karena hanya meteoroid ini saja yang masih mampu mencapai intensitas cahaya maksimum di bawah ketinggian 20 km.

Sehingga, bisa disimpulkan meteoroid Wonotirto kemungkinan besar adalah pecahan dari Asteroid Dekat Bumi. Meteoroid beredar mengelilingi Matahari di orbit ellips dengan perihelion 0,644 AU, aphelion 1,01 AU, kelonjongan orbit 0,233 dan kemiringan orbit 15o. Sebelum jatuh ke Bumi, meteoroid ini singgah di perihelion untuk terakhir kalinya pada 3 Januari 2001. Meteoroid jatuh dengan Vinf 12 km/detik dan energi awal 0,11 kiloton TNT.

PENUTUP
Analisis orbit dilakukan dengan spreadsheet dari Langbroek (2004) yang berbasi MS Excel, dimana koordinat rektangular heliosentris ekliptik untuk posisi dan kecepatan Bumi yang diperlukan diperoleh dari software Planeph 4.1 berbasis DOS yang dikembangkan G. Francou dan J Chapront dari French Bureau des Longitudes (ftp://cdsarc.u-strasbg.fr/pub/cats/V/87/). Massa dan diameter meteoroid dideduksi dengan persamaan empirik dari Jeniskens (Withers, 2001). Sementara ketinggian fragmentasi dan puncak intensitas cahaya meteor diperoleh dari model matematis Nemtchinov (1995) dengan interpolasi untuk tiap jari–jari meteoroid yang dibahas.

REFERENSI

  • Bernas, 13/05/2001; Meteorit di Temanggung : Jika Besar, Lereng Sumbing Krowak; http://www.indomedia.com/bernas/052001/21/UTAMA/21UTA0.htm
  • Suara Merdeka, 20/02/2002; Masuk MURI, Monumen Meteorit Wonotirto Hari Ini Diresmikan; http://www.suaramerdeka.com/harian/0202/20/dar26.htm
  • American Meteor Society; 2001; Frequently Asked Questions about Fireballs and Meteorite Dropping Fireballs; http://www.amsmeteors.org/ fireball /faqf.html
  • Weismann, et.al; 2001; Evolution of Comets into Asteroids, Asteroids III, halaman 669–686.
  • Withers; 2001; Meteor Storm Evidence Against The Recent Formation of Lunar Crater Giordano Bruno; Lunar and Planetary Science vol 32.
  • Nemtchinov, et.al; 1995; Historical Evidence of Recent Impacts on The Earth; proceeding of The 1995 Planetary Defense Workshop, Lawrence Livermore National Laboratory.




Asal Air dan laut (versi ilmiah..bukan religi)

16 12 2007

D “Darimana asalnya air ?”
( “hmmm dari langit turun lewat air hujan …”
Whallah itu kan wektu kecil … segala sesuatu yg sulit trus dipikirin turun dari langit … Barangkali artinya lebih kurang aku ga tau tanya yang diatas saja !

Asal usul air ini juga cukup rumit. Sejak kapan air ada di bumi ini ?
Hipotesa yang sering saya baca adalah kisah air dari langit … alias air dibawa oleh sebuah meteor yang menghunjam bumi “dengan membawa bongkahan es!” Halllah ini lagi, kali mikir mudah bahwa bumi dahulunya panas perlu di”kompres” supaya dingin.

Namun ada penemuan yg dilansir Waterloo di tahun 1997 memang mengagetkan ketika dijumpai “uap air” di matahari ! iya niih matahari (sun) bukan toko matahari yang sedang penuh sesak menjelang lebaran itu. Penemuan informasi ini menumbuhkan hipotesa bahwa air telah ada bersama-sama dengan pembentukan bumi dan alam semesta.

Kalau kamu saja masih bingung dari mana asal usul air di bumi ini jangan kecil hati. Coba tengok kata seorang ahli hidrologi dari ITB, Pak Fajar Lubis dalam obrolanku dengan beliau. “Sampai tahun 60-an para ahli masih memperdebatkan apakah air tawar berasal dari dalam bumi (mata air, air hasil dari pembentukan batuan dsb) ataukah dari hujan. Pada dasawarsa 70-an hampir semua ahli sumberdaya air sepakat bahwa 90% air tawar berasal dari siklus hujan (siklus hidrologi). Ini yang menerangkan kenapa hampir semua model ketersediaan air dihitung dengan konsep berdasarkan ketersediaan air hujan di wilayah tersebut.”

Nah jadi belum lama juga ternyata para ahli ini masih mumeth mikirin asal usul air. Jadi kalau sebelumnya pengelolaan air di bumi ini amburadul ya mungkin saja wong pengetahuan tentang asal-usul air saja belum lama.

Air timpukan dari meteor !

Namun hingga saat ini teori yang diterima oleh para saintis adalah air berasal dari meteor. Tidak jauh dari perkiraan Thole, bahwa air itu “dari atas”.

Pak Awang, geolog yang kerja di BPMIGAS pernah cerita bahwa kehidupan di Bumi berasal dari air. Buktinya gampang saja, semua organisme disusun 50-70 % tubuhnya oleh air. Maka, tanpa air kita akan mati. Tak ada air tak ada kehidupan.

Dibawah ini uraian dan obrolan dengan Pak Awang dan juga dengan Pak Fajar Lubis tentang air. Dari mana asal air dan bagaimana kehidupan berevolusi daripadanya adalah cerita sains yang sangat menarik. Carl Sagan (alm), astronom terkenal yang pernah menulis buku2 dengan bahasa puitis tentang Jagat Raya dan Bumi, pernah menulis “we are made of star-stuff”. Begitulah, sebab menurut astronomi memang Bumi kita terbentuk dari puing2 kosmik sisa ledakan bintang.

Bumi terbentuk dengan sedikit sekali air, atau tanpa air sama sekali. Air di Bumi berasal dari komet yang terkenal punya es beku di kepalanya
dan dari beberapa asteroid yang mengandung air (hydrous asteroids). Kuiper Belt di sebelah luar orbit Neptunus, atau Awan Oort di tepi Tata
Surya terkenal sebagai rumah para komet dan benda angkasa lainnya yang mengandung air yang rajin mengunjungi Bumi pada saat2 awal
pembentukannya.

Kapan air mulai ada di bumi?

Air dibawa ke Bumi diperkirakan 4 milyar tahun yang lalu melalui intense bombardment of the inner solar system. Semua planet dalam Tata
surya mengalami bombardemen seru di periode ini. Antara lain, peristiwa yang di astronomi disebut lunar cataclysm, periode ketika Bulan begitu di-bombardemen sehingga permukaannya penuh impact craters seperti sekarang. Bumi menurut perhitungan punya rasio 13-500 kali untuk di-bombardemen daripada Bulan. Bumi juga punya critical mass yang lebih besar yang dapat menahan air (es sebenarnya) supaya tidak menguap. Bulan, karena gravitasinya lebih kecil, sebagian besar air bekunya menguap ke angkasa raya.

Komet2 ini juga mem-bombardemen planet2 raksasa gas macam Yupiter, Saturnus Uranus, dan Neptunus. Diperkirakan di planet2 ini air beku tadi mengalami semacam inkubasi dan kemudian berubah secara kimiawi menjadi kaya akan gas mulia (helium, neon, argon, krypton, xenon dan radon).

Dengan menggunakan spekstroskopi, para ahli fisika menemukan bahwa semua komet yang dapat diamati mengandung tanda2 air. Di Alam Semesta, air terbentuk ketika isotop hidrogen, deuterium, berikatan dengan ion oksigen, membentuk apa yang kita sebut heavy water. Air berat ini (10 % lebih berat dari air yang sehari2 kita kenal) terlihat dan terasa seperti air normal, tetapi punya titik didih lebih tinggi (101,4 C) dan titik beku lebih tinggi (3,8 C).

Es di dalam komet memerangkap gas2 mulia juga zat2 kimia lain semacam silikat, karbon, dan debu antarplanet. Satu molekul menarik yang terikat kepada komet adalah asam amino. Ini adalah building blocks of biogenic activity.

Komet2 ini berlomba mem-bombardemen Bumi dengan kecepatan 120.000 km per jam bagai peluru Jagat Raya, membom Bumi sekaligus memberikan “chemical gifts” hadiah bahan kimia, berupa air dan unsur2 kehidupan di dalamnya yang dalam semilyar tahun berikutnya setelah Bumi mengalami diferensiasi magmatik hadiah kimiawi ini berubah menjadi lautan dengan tanda-tanda kehidupan mulai muncul di dalamnya.

Dalam pandangan ini, memang komet adalah agen “the miracle of seeding water and biological life on Earth“.

Pertanyaan sisa dan ringkasan

Hmm ternyata pendapat air berasal dari bombardir luar angkasa menyisakan pertanyaan, lah trus yang nahan supaya molekul air tidak kembali menguap ke luar angkasa itu siapa ? Tentunya atmosfer, trus kapan atmosfer itu terbentuk. Bukannya atmosfer ini terbentuk karena ada air. Tetapi mana yang lebih dulu antara atmosfer dan timpukan-timpukan meteor.

Pertanyaan yang masih menyisakan ini nanti dalam dongeng yang lain namun cerita singkat sejarah air di bumi dapat diringkas menjadi :

  • Air dibawa oleh sumber lain di angkasa (lewat meteor) , proses ini berlangsung sejak awal pembentukan bumi dan berakhir sekitar 3.8 milyard tahun lalu (billion years ago-bya).
  • Air juga ikut keluar dari dalam bumi melalui letusan volkanis (degassing) tetapi tetap bertahan dipermukaan ketika suhunya lebih dari 100°C.
  • Ketika bumi mendingin hingga dibawah 100°C, air mulai mengembun dan membentuk lautan.
  • Jumlah uap air yang cukup dan ditambah CO2 bertahan di atmosfer dan menahan temperatur bumi sehingga tidak turun hingga titik beku-nya. Pssst tanpa proses Greenhouse effect ini, maka bumi akan beku seperti Mars.
  • memang tanda-tanda adanya air sejak 3.8 milyar tahun yang lalu sering dijumpai, namun diperkirakan jumlah air dibumi tidak bertambah sejak saat itu.
  • Sepanjang waktu geologi, dikenal adanya fluktuasi muka air laut. Namun dalam analisa ini selalu dipakai asumsi bahwa volume airnya tidak berkurang atau bertambah secara signifikan. Hanya wadahnya yang berubah-ubah. Juga adanya perubahan suhu bumi yang menyebabkan jumlah air beku dan air cair berfluktuasi.
  • Sepanjang waktu geologi juga diketahui volume air di lautan berubah, ditunjukkan oleh δ18O (deutrium Oxygen) pada batuan karbonat. Terutamapada jaman glasiasi kala Pleistocene (2 juta tahun lalu)
  • Pada jaman es terakhir kira-kira 18 000 tahun lalu, sejumlah 42,000,000 km3air laut terperangkap sebagai es di kutub, kira2 3% volume total lautan. Dan ini menyebabkan muka air laut turun hingga 120 meter dibanding saat ini.
  • Glasiasi di benua merupakan gangguan utama dalam siklus hidrologi, seolah-olah telah kehilangan air dalam kondisi stagnan.
  • Bebrapa contoh gangguan siklushidrologi akibat perubahan iklim global ini antara lain :
    • Menurunnya penguapan
    • Berkurangnya kandungan uap dalam atmosfer.
    • Mengurangii presipitasi

Air itu datangnya sangat unik, perilakunya juga unik, jadi hematlah air !!

High Resolution Images:

TIF 3 Mb
Gambar meteor yg mengandung air
3.2Mb TIFF

TIF with labels 6.8 MbGambar Orbit-orbit meteor yang mengandung air (dengan label) 6.8Mb TIFF

TIF no labels 6.8 MbGambar Orbit-orbit meteor yang mengandung air (tanpa label)
6.8Mb TIFF

TIF no labels 5.0 MbGambar Sabuk meteor dan orbit-orbit meteor yang mengandung air (tanpa label)
5.0Mb TIFF

Sumber dongengan :

  • http://www.ifa.hawaii.edu/~hsieh/mbcs.html
  • http://www.ifa.hawaii.edu/~hsieh/mbc-release.html




Mengapa Gempa Sulit Diramalkan..??

16 12 2007

ngunduh fileTentunya kita sering bertanya-tanya tentang bagaimana gempa-gempa ini diramalkan ?
apakah mungkin diramalkan ?.
silahkan download animasinya klik saja gambar sebelah (ukuran file 600Kb)
Tapi semua tentunya sudah tahu apa itu gempa, kan. Mengapa bisa terjadi gempa ? Ya, karena bergesernya kerak-gerak bumi ini menyebabkan gesekan-gesekan yg terjadi pada zona tumbukan serta zona-zona patahan. Gesekan ini mengakibatkan terjadinya getaran atau kita sebut gempa. Banyak model-model gempa yg saat ini dikembangkan para ahli geologi dan geofisika. Salah satu teori “tarik-ulur” gempa dapat dilakukan dengan model mekanik “slider block“.

Ini hanya salah satu teori dari sekian banyak model-model dalam menggambarkan gerakan-gerakan dan terjadinya gempa secara mekanis. Sebuah teori mekanis sederhana tentang bagaimana pusat-pusat gempa itu berpidah-pindah pusat gempanya. Kalau mau lihat gambarannya silahkan download animasinya disini (klik gambar diatas) atau : di http://www.iagi.or.id.

Teori ini menggunakan urutan beban dan pegas yg sambung-menyambung. Dengan model ini maka akan terlihat beberapa balok yg “saling terkait” oleh pegas (spiral). Masing-masing pegas memiliki elastisitas tekan dan tarik berbeda-beda. Ketika ditarik paka balok-balok ini akan bergerak, namun gerakannya tentunya tidak konstan dan kontinyu. Karena adanya ganjelan-ganjelan dibawah blok-blok ini maka balok-balok ini akan bergerak ketika kekuatan pegas melebihi kekuatan ganjel-ganjel dibawahnya. Seandainya balok-balok ini berupa balok yang seragam maka dengan model ini akan lebih udah dibuat model matematisnya, namun kenyataan alam selalu tidak ideal sehingga gempa itu tidak terjadi berurutan. Masing2 balok akan memiliki ritme sendiri2 dimana masing ritmenya tidak sama sekalii terpisah bahkan akan terkait satu dengan yang lain.

Model sederhana

Untuk mencoba bermain-main silahkan membuat sendiri model itu dirumah, ini dapat anda mulai lakukan dengan model yang paling sederhana, kemudin dengan model yang semakin kompleks. Nah untuk tujuan riset tentunya dengan model sesuai realitas di lapangan. Baik model matematisnya maupun model mekanisnya.

Perjalanan masih panjang.

Slider Block ModelModel lokomotif gempa ini tentunya memerlukan sebuah penelitian yang cukup pelik, rumit memerlukan ketelitian serta waktu panjang memakan waktu lama. Bayangkan saja masing-masing blok harus diteliti karakteristiknya. Masing-masing balok juga harus diketahui kecepatan pergerakannya. Tentunya memerlukan tenaga-tenaga generasi-generasi penerus bangsa untuk ikut aktif dalam penelitian yang sangat berguna untuk menyelamatkan umat manusia ini. Dari contoh riil urutan kegempaan dari satu segment patahan Mentawai itu saja kita tahu bahwa beberapa blok lain belum tersentuh para ahli. Belum lagi segment-segment diselatan Pulau Jawa. Semangko di Sulawesi dll. Jadi sangat rumit kalau menggunakan model matematis. Mungkin juga rumusnya yg sulit, selain parameter masing-masing segmen harus diukur. Cara ngukure piye ? Wah ini saja masih bisa berdebat panjang hanya berbicara cara ngukurnya. Mungkin ada yang tertarik jadi seismologist ?

Nah, intermezzo dikit …. alam Indonesia ini cukup unik dibandingkan belahan bumi lainnya. Selain memiliki potensi sumberdaya yg sangat banyak juga menyimpan potensi bencana. Jadi jelas sangat memerlukan buah pemikiran kita semua utk dimengerti dengan benar. Nanti lainkali aku crita potensinya energinya ya … masak gempa terus, masak cuman ndongeng sedih terus ya .. )

Akhirnya kita sedikit bertambah pengetahuan mengapa urutan rentetan gempa tidak sederhana seperti “urut kacang” atau antri karcis. Jangan terlalu takut dan panik kalau gempa sudah menjalar. Toh kemarin kita semua tahu dalam waktu yang singkat (kurang dari setahun) gempa kuat kembali terjadi di Nias dan Mentawai, Bengkulu, Jogja trus balik lagi …. duh ini kayak biskota juga angkot-angkot di Jakarta yang ngga mau ikutan route yg sudah ditentukan ya ?. Nah sekali lagi …. ramalan urutan bukan hal yg penting lagi disini, namun kewasapadaan akan datangnya gempa tetap lebih berperan menyelamatkan kita dari bencana. Pelajari lagi pedoman menyelamatkan diri dari bahaya gempa.

Sulitnya teori mekanis ini akhirnya banyak yg memberikan ide untuk mencoba melihat gejala-gejala lain dari luar …. “luar angkasa” maksudnya. Salahsatunya melihat gelombang Elektromagnetik dengan satelit. Pengamatan gelombang elektromagnet ini ada yg mencoba mengukurnya dari permuakaan tanah, namun ada juga yang dari satelit ! Hebat ya, mengukur sesuatu dibumi tetapi menggunakan teknologi satelit. Salah satunya yang dilakukan oleh Perancis. dengan satelite yg disebut DEMETER….
Apaan lagi sih DEMETER ? … waaak nanti lain kali aku terusin, aku kan juga harus istirahat, rajin-rajin aja kesini. Doain aja aku sehat dan ada waktu buat mendongeng lagi )
Jadi ingat … jangan tunggu ramalan !

Jangan lagi bertanya kepada para ahli kapan gempa akan terjadi lagi. Karena memang tidak mudah meramalkannya. Bahkan untuk saat ini masih belum mungkin menjawab kapan gempa berikutnya dalam periode tahun, bulan atau hari.





AWAS…LIHAT GEMPA…DIDEKATMU

16 12 2007

Untuk mengatasi issue kejadian bencana (gempa) yang merugikan. Dibawah ini ada sebuah peta kegempaan selama sepekan lalu untuk Dunia dan Australasia. Tengoklah sesekali, sehingga kamu tahu seperti apa dinamika bumi ini. Jangan ketakutan akan terjadi gempa, tetapi jangan lengah ketika gempa.
Coba hitung berapa gempa terjadi disekitar kita ! D .

Versi USGS (US Geological Survey) diupdate setiap saat !

Waktu dalam UTC (Coordinated Universal Time), untuk WIB ditambah 7 Jam.

Map showing earthquakes

Legend for earthquake map

sumber USGS





Global Warming ga bisa dicegah….

16 12 2007

Sebagai seorang awam tentang geologist, aku ini masih sulit menerima bahwa fenomena global warming ini dapat “dicegah“. Saya kok yakin bahwa global warming ini lebih bersifat natural ketimbang “man made“. Comparison of two sea level reconstructions during the last 500 Myr.  The scale of change during the last glacial/interglacial transition is indicated with a black bar.  Note that over most of geologic history long-term average sea level has been significantly higher than today.Walaupun begitu bukan berarti bahwa emisi karbon itu tidak berbahaya loo. Emisi karbon hanyalah bersifat polutan, artinya emisi karbon dari cerobong, maupun dari knalpot dan sebagainya, itu jelas “menganggu” dan mempengaruhi kenyamanan. Dalam skala kecil misalnya kalau kita berada pada satu kota yang pengap dengan asap kenalpot, maka kita akan merasakan udara semakin terasa panas. Tetapi panas ini disebabkan oleh sifat-sifat asap yang menghambat penghantaran panas.

( “Karena sulit menghantar panas maka benda itu terasa lebih hangat. Itulah sebabnya besi teras lebih dingin karena besi merupakan penghantar panas. Gitu kan Pakdhe ?”
D “Whallah kok pinter Thole ?”
( “Tadi barusan tanya oom Gugle, Pakdhe P

Prose pemanasan dan pendinginan global terjadi sejak dulu.

paleoclimate-1.jpgYang saya takutkan adalah kalau kita menganggap bahwa kalau manusia berhasil mengurangi emisi sampai nol maka diharapkan pasti pemanasan global dapat distop. Ini yang aku khawatirkan. Karena kalau ini yang ada didalam benak manusia, maka secara naluriah manusia akan mati-matian memerangi pengurangan emsisi gas buang karena dianggap sebagai “musuh utama” atau “penyebab utama” dari fenomena global warming. Sehingga setiap usaha riil (fisik) serta olah otak (berdikusi, konperensi, seminar dll), akan ditargetkan dalam menghadapi global warming hanyalah ke arah pengurangan emisi ini saja.

Lah seandainya global warming itu merupakan kejadian alam biasa (hanya sebuah siklus panjang), seperti yang terlihat disebelah kiri ini. Maka kita (manusia) harus mempersiapkan segala sesuatu demi menghadapi pemanasan global ini. Persiapan menghadapi pemanasan global ini mirip kalau akan menghadapi musim tahunan saja. Tetapi kali ini kita menghadapi perubahan iklim yang siklusnya mungkin ribuan tahun, jutaan tahun. Global warming-cooling bukanlah siklus satu tahunan saja. Gambar fluktuasi muka air laut diatas, merupakan salah satu manifestasi dari global warming-cooling yang terekspressi pada naik-turunnya muka air laut. Perhatikan bahwa sepanjang hidupnya tinggi muka air laut lebihsering lebih tinggi dari ketinggiannya saat ini.

Bisnis Global Warning

Lah, yang lebih parah lagi kalau global warming-cooling yang menurutku belum pasti akibat manusia ini dibisniskan. Misalnya dengan salah satunya jual beli carbon emisi, seolah jual beli sesuatu yang tidak ada gunanya. Juga adanya pinjaman utang Bank Dunia atau IMF utk mengatasi penggundulan hutan dll, yang seharusnya tidak diperlukan. Semua ini bisa saja nantinya dianggap sebagai jebakan dari negara adidaya dan super power, serta negara maju yang selama ini memakai carbon seenaknya. Dan menjerat hutang ke negara miskin.

So … kalau ada pemikiran STOP GLOBAL WARMING … aku kok malah gedeg-gedeg sendiri. Jangan-jangan kita ini masuk ke Problema Columbus, dimana ada yang takut kecemplung pinggiran laut karena dikira laut itu seperti meja ! Ketakutan kita pada global warming semestinya bukanlah diantisipasi dengan mengutamakan pencegahan pemanfaatan sumberdaya.

Polusi dan eksploitasi sumberdaya alam

Polusi memang sangat menganggu, tetapi polusi ini menganggukenyamanan lokal. Polusi tidak hanya asap, polusi dapat juga polusi bahan-bahan radioaktif. Juga polusi bahan beracun akibat aktifitas manusia. Ini tentusaja tetap harus diperangi, namun bukan dalam semangat mengantisipasi global warming.

Demikian juga eksploitasi sumberdaya alam. Pemanfaatan hutan, pemanfaatan air, pemanfaatan minyak bumi, pemanfaatan gas, tambang emas, batubara dan lain-lain memang harus dikelola dengan benar. Tetapi sekali lagi bukan dengan semangat untuk mencegah atau menyetop global warming. Pemanfaatan ini dapat saja dikaitkan dengan global warming dalam artian, bagaimana kita mengantisipasi kedatangannya. Bagaimana kita mengelola air dimasa bumi semakin panas, bagaimana memanfaatkan listrik dengan baik untuk mengatisipasi suhu yang tinggi. Juga seperti apa seharusnya memanfaatkan hutan supaya tidak menganggu ketika terjadi kebakaran dsb.

Mitigasi Global Warming

Global warming bukan untuk dikurangi, dicegah, atau bahkan distop. Tetapi global warning ini harus diantisipasi bagaimana menghadapinya. Lebih tepatnya kita harus me-mitigasi global warning ini, mirip seperti melakukan mitigasi untuk sebuah gempa. Kita tidak mungkin mencegahnya walaupun kita meneliti dan menganalisanya, bahkan mencoba meramalkannya.

bacaan terkait :

BY ADMIN





Remover For Virus Kspoold

16 12 2007
Semakin banyaknya virus baru yang dibuat oleh para programmer lokal, dengan berbagai teknik dan kemasan serta dirancang sedemikian rupa untuk menginfeksi pc di negeri ini, apakah ini sudah menjadi sebuah trand atau fenomena? atau hanya ingin mencari sebuah sensasi, ketenaran dan kepuasan tersendiri. Entahlah hanya yang diatas dan si virus maker yang tau.

Akhir-akhir ini kita sering mendengar virus baru dengan nama “kspoold”, dimana virus ini menginfeksi file berektensi DOC dan XLS. Ini bukan tehknik baru, bahkan ini teknik yang bisa dibilang sudah cukup lama. Penyebaran virus dengan jenis dan tipe seperti ini pernah menyebar dan menginfeksi pada awal tahun 2000an dan sekarang muncul kembali.

Kalo di amati virus ini memasukan dirinya ke dalam file yang berformat DOC dan XLS, dan file aslinya tidak hilang melainkan bersatu dengan file virus.

Menghilangkan virus ini sebetulnya sangatlah mudah, jika virus belum membuat service di windows. Jadi langkah pertamanya harus medisable dan memberhetikan virus ini lewat Adminitrative Tool pada Control Panel.

Tapi anda gak perlu susah-susah, cukup dengan menjalankan removernya maka pc akan terbebas dari virus ini (mudah-mudahan).

Silahkan anda modifikasi dan dikembangkan kembali source codenya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

DOWNLOAD

  Size: (64.24 KB)

 





Keep Firewall ON !!

16 12 2007

firewall_schema.jpgBerikut adalah software-software Firewall gratis yang bisa di download kapanpun. Beserta Penjelasan fitur dan kelengkapannya :

1. Zone Alarm : Selain versi komersial, Zone alarm juga menawarkan versi freeware dengan kemampuan yang lebih dari cukup untuk mengamankan PC.

2. Kerio : Firewall dari kerio ini juga menyediakan versi gratis. Didalam nya tersedia beragam setting untuk memantau PC.

3. Outpost Firewall : Solusi lengkap di tawarkan tool gratis Outpost Firewall. Selain firewall, outpost juga menyertakan pop-up blocker dan filter untuk email attachment. Fitur ini disediakan dengan melalui plug’in yang dapat dikembangkan sendiri.

4. Nessus : Program UNIX gratis ini dapat di jalankan melalui Command Line atau juga dengan windows client (Comersial Version). Program ini mengecek lubang-lubang keamanan pada system. Daftar lubang keamanan ini bisa di update sehingga akan tetap aktual melindungi pengguna dari lubang keamanan.

5. Shield Up : Shield Up menawarkan Shield Up! dengan beberaoa online test yang bisa mengungkap resiko terhadap penyusupan. Online test ini akan mencari lubang keamanan dan menguji apakah program firewall bekerja dengan semestinya.

6. Test keamanan on line: Tes ini tidak hanya menguji kelemahan sistem, melainkan juga dapat mencari trojan yang bersembunyi di dalam PC.

7. Finjan software : Menawarkan sederet test keamanan yang mencari titik kelemahan pada browser dan program Email.